Minggu, 07 September 2014

Pengertian Shalat Berjama'ah

20.43

Description: Kop Brosur
Ahad, 11 Mei 1997/04 Muharram 1418                          Brosur No. : 883/923/IF
Shalat Berjama'ah (ke-1)
Pengertian Shalat Berjama'ah
Shalat berjama'ah ialah shalat yang dilakukan oleh orang banyak secara bersama, sekurang-kurangnya dua orang, salah seorang diantara mereka yang lebih fasih bacaannya dan lebih mengerti tentang hukum Islam (Al-Qur'an dan Hadits) dipilih menjadi imam, dan yang lain menjadi makmum. Shalat berjama'ah ini hukumnya sunnah muakkad.
Keutamaan Shalat Berjama'ah
عَنْ اَبِى هُرَيـْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: صَلاَةُ  الـرَّجُلِ فِى جَمَاعَةٍ تَضْعُفُ عَلىَ صَلاَتِهِ فِى بَـيْـتِهِ، وَ فِى سُوْقــِهِ، خَمْسًا وَ عِشْرِيـْنَ ضِعْفًا، وَ ذلِكَ اَنـَّهُ اِذَا تَـوَضَّأَ فَـاَحْسَنَ اْلـوُضُوْءَ ثُمَّ خَرَجَ اِلىَ اْلمَسْجـِدِ لاَ يُخْرِجُهُ اِلاَّ الصَّلاَةُ  لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً اِلاَّ رُفـِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَ حُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِـيـْئَةٌ، فَاِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ اْلمَلاَئِكَةُ تُصَلِّى عَلَـيْهِ مَا دَامَ فِى مُصَلاَّهُ مَا لَمْ يُحْدِثْ. اَللّـهُمَّ صَلِّ عَلَـيْهِ، اَللّـهُمَّ ارْحَمْهُ. وَلاَ يَزَالُ فِى صَلاَةٍ مَا انْـتَظَـرَ الصَّلاَةَ. البخارى و اللفظ له و مسلم و ابو داود و الترمذى و ابن ماجه
Dari abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : "Shalatnya seseorang dengan berjama'ah (di masjid) itu berlipat ganda (pahalanya) dengan dua puluh lima kali lipat dari pada shalatnya di rumah dan di pasar. Yang demikian itu karena apabila dia berwudlu dan memperbagus wudlunya, kemudian berangkat ke masjid yang mana tidak ada yang menggerakkannya untuk berangkat ke masjid itu kecuali (untuk) shalat, maka tidaklah dia melangkahkan kakinya satu langkah, kecuali dengannya diangkat satu derajat untuknya dan dihapuslah dengannya satu kesalahannya. Dan apabila dia telah shalat, para malaikat terus-menerus mendoakannya selama dia masih berada di tempat shalatnya dan selama belum berhadats (belum bathal wudlunya). Malaikat mengucapkan "Alloohumma shalli 'alaih, Alloohummar-hamhu" (Ya Allah, berilah berkah kepadanya, Ya Allah, berilah rahmat kepadanya). Senantiasa dia dianggap shalat selama dia menunggu (untuk) shalat". [HR. Bukhari, dan lafadh baginya, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah].
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: صَلاَةُ اْلجَمَاعَةِ اَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ  اْلـفَذِّ بِـسَبْعٍ وَ عِشْرِيـْنَ دَرَجَةً. مالك و البخارى و مسلم و الترمذى و النسائى
Dari Ibnu Umar RA, ia berkata : "Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda : "Shalat berjama'ah itu lebih utama dari pada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat". [HR. Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasai]
عَنِ ابـْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: مَنْ سَرَّهُ اَنْ يَـلْـقَى اللهَ غَدًا مُسْلِمًا فَـلْـيُحَافِظْ عَلَى هؤُلاَءِ الصَّلـَوَاتِ حَيْثُ يُنَادَى بِـهِنَّ، فَاِنَّ اللهَ تَـعَالَى شَرَعَ  لـِـنَـبِـيِّكُمْ ص سُنَنَ اْلـهُدَى وَ اِنَّـهُنَّ مِنْ سُنَنِ اْلـهُدَى، وَلَـوْ اَنـَّكُمْ صَلَّـيْتُمْ فِى بُـيُوْتـِكُمْ كَمَا يُصَلِّى هذَا اْلـمُتَخـَلِّـفُ فِى بَـيْـتِهِ، لَـتَـرَكْـتُمْ سُنَّةَ نَـبِـيِّكُمْ، وَلَـوْ تَـرَكْـتُمْ سُنَّـةَ نـَبِـيِّكُمْ لَضَـلَـلْـتُمْ. وَمَا مِنْ رَجُلٍ يَـتَطَـهَّـرُ فَـيُحْسِنُ الطُّـهُـوْرَ، ثُمَّ يَـعْمِدُ اِلىَ مَسْجـِدٍ مِنْ هذِهِ اْلمَسَاجـِدِ اِلاَّ  كَـتَبَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ يَخْطُوْهَا حَسَنَةً، وَ يَـرْفَعُهُ بِهَا دَرَجَةً، وَ يَحُطُّ عَنْهُ بِهَا سَيـِّئَةً، وَ لَـقَدْ رَأَيـْتُـنَا، وَ مَا يَـتَخـَلَّـفُ عَنْهَا اِلاَّ مُنَافِقٌ مَعْلُوْمُ النِّـفَاقِ، وَ لَـقَدْ كَانَ الـرَّجُلُ يُـؤْتَى  بِهِ يُـهَادَى بَـيْنَ الـرَّجُلَـيْنِ حَتَّى يُـقَامَ فِى الصَّفِّ . وَ فِى رِوَايَةٍ: لَـقَدْ رَأَيـْتُـنَا، وَمَا يَـتَخـَلَّـفُ عَنِ الصَّلاَةِ اِلاَّ مُنَافِقٌ قَدْ عُلِمَ نـِفَاقُهُ اَوْ مَرِيـْضٌ. اِنْ كَانَ الـرَّجُلُ لَـيَمْشِى بَـيْنَ رَجُلَـيْنِ حَتَّى يَأْتِيَ الصَّلاَةَ، وَ قَالَ: اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص عَلَّـمَنَا سُنَنَ اْلـهُدَى، وَ اِنَّ مِنْ سُنَنِ اْلـهُدَى الصَّلاَةَ فِى اْلمَسْجـِدِ الَّذِيْ يُـؤَذَّنُ فِـيْهِ. مسلم و ابو داود و النسائى و ابن ماجه
Dari Ibnu Mas'ud RA, ia berkata : Barangsiapa yang senang untuk bertemu kepada Allah sebagai orang yang berserah diri besok (pada hari qiyamat), maka hendaklah dia menjaga shalat-shalatnya di mana dipanggil (diadzani) untuk shalat itu. Karena sesungguhnya Allah Ta'ala telah mensyariatkan kepada Nabi kalian SAW dengan sunnah-sunnah petunjuk. Dan sesungguhnya mendatangi shalat-shalat itu termasuk sunnah-sunnah petunjuk. Dan seandainya kalian shalat di rumah-rumah kalian sebagaimana orang yang tidak mau datang ke masjid ini shalat di rumahnya, sungguh berarti kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian, dan seandainya kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian, sungguh kalian akan tersesat. Dan tidaklah seseorang bersuci (berwudlu) dan memperbaguskannya kemudian pergi ke satu masjid di antara masjid-masjid ini, kecuali Allah mencatat dengan setiap langkah kaki yang ia melangkah (ke masjid) itu dengan satu kebaikan baginya, dan dengannya Allah mengangkatnya satu derajat, dan dengannya pula Allah menghapuskan satu kesalahan. Dan sungguh saya telah melihat (keadaan) kita. Tidaklah enggan untuk mendatangi shalat (di masjid) kecuali orang munafiq yang telah diketahui kemunafiqannya, dan sungguh ada seorang laki-laki yang didatangkan (untuk shalat di masjid) dengan dibawa oleh dua orang di kiri-kanannya sehingga didirikan di dalam shaff". Dan di dalam satu riwayat : "Sungguh saya telah melihat (keadaan) kita. Tidaklah enggan untuk mendatangi shalat (di masjid) kecuali orang munafiq yang telah diketahui kemunafiqannya atau orang yang sakit. Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang berjalan di antara dua orang sehingga datang (ke masjid) untuk shalat". Dan berkata (Ibnu Mas'ud) : "Sesungguhnya Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita sunnah-sunnah petunjuk, dan sesungguhnya diantara sunnah-sunnah petunjuk itu ialah shalat di masjid yang diserukan adzan padanya". [HR. Muslim, Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Majah]
عَنْ عُثْمَانَ رض اَنــَّهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَـقُوْلُ: مَنْ تَـوَضَّأَ فَـأَسْبَغَ اْلـوُضُوْءَ ثُمَّ مَشَى اِلىَ صَلاَةٍ مَكْـتُوْبـَةٍ فَصَلاَّهَا مَعَ اْلاِمَامِ غُفِرَ لَهُ ذَنـْبُهُ. ابن خزيمة فى صحيحه
Dari 'Utsman RA, ia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian dia berjalan (ke masjid) untuk shalat wajib, lalu dia shalat wajib itu bersama imam, niscaya diampuni dosanya". [HR. Ibnu Khuzaimah di dalam shahihnya]
عَنْ اَبِى اُمَامَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: لَـوْ يَـعْلَمُ هذَا اْلمُـتَخـَلِّـفُ عَنِ الصَّلاَةِ فِى اْلجَمَاعَةِ مَا لِـهذَا اْلـمَـاشِى اِلَـيْهَا َلأَتـَاهَا وَ لَـوْ حَبْوًا عَلَى يَدَيـْهِ وَ رِجْلَـيْهِ. الطبرانى
Dari Abu Umamah RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : "Seandainya orang yang tidak ikut shalat berjamaah (di masjid) itu mengetahui kebaikan-kebaikannya orang yang berjalan untuk shalat berjama'ah, pasti dia akan mendatanginya walaupun merangkak dengan dua tangan dan kakinya". [HR. Thabarani]
عَنْ اَبِى هُرَيـْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ تَـوَضَّأَ فَـأَحْسَنَ وُضُوْءَهُ ثُمَّ رَاحَ فَـوَجَدَ النَّاسَ قَدْ صَلُّـوْا، اَعْطَاهُ اللهُ مِثْلَ اَجْرِ مَنْ صَلاَّهَا وَ حَضَرَهَا لاَ يَـنْـقُصُ ذلِكَ مِنْ اُجُوْرِهِمْ شَيـْئًا. ابو داود والنسائى و الحاكم و قال صحيح على شرط  مسلم
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : "Barangsiapa yang berwudlu dan memperbagus wudlunya, kemudian dia pergi (ke masjid), tiba-tiba dia mendapati orang-orang telah selesai shalat, maka Allah tetap memberinya pahala seperti pahalanya orang yang sudah shalat berjamaah itu, dan dia mendatanginya itu (pahalanya) tidak kurang sedikitpun dari pahala mereka". [HR. Abu Dawud, Nasai dan Hakim, dan ia berkata : "Hadits ini shahih atas syarath Muslim"]
عَنْ اُبَيِّ بْنِ كَـعْبٍ رض قَالَ: صَلَّى بِنَا رَسُوْلُ اللهِ ص يَـوْمًا الصُّبْحَ فَقَالَ: اَشَاهِدٌ فُلاَنٌ؟ قَالُـوْا: لاَ. قَالَ: اَشَاهِدٌ فُلاَنٌ؟ قَالُـوْا: لاَ. قَالَ: اِنَّ هَاتَـيْنِ الصَّلاَ تَـيْنِ اَثـْقَلُ الصَّلَوَاتِ عَلَى اْلـمُـنَافِـقِـيْنَ، وَ لَوْ يَـعْلَمُوْنَ مَا فِـيْهِمَاَلاَتـَيْـتُـمُوْهَا، وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الـرُّكَبِ، وَ اِنَّ الصَّفَّ اْلاَوَّلَ عَلَى مِثْلِ صَفِّ اْلمَلاَئـِكَةِ، وَلَوْ عَـلِـمْتُمْ مَا فَضِيْلَـتُهُ لاَبــْتَدَرْتُـمُوْهُ، وَ اِنَّ صَلاَةَ الـرَّجُلِ مَعَ الـرَّجُلِ اَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ وَحْدَهُ، وَصَلاَتُهُ مَعَ الـرَّجُلَـيْنِ اَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ مَعَ الـرَّجُلِ. وَ كُلُّ مَا كَـثُرَ فَـهُوَ اَحَبُّ اِلىَ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ. احمد و ابو داود والنسائى، و ابن خزيمة و ابن حبان فى صحيحهما، و الحاكم
Dari Ubaiy bin Ka'ab RA, ia berkata : Pada suatu hari Rasulullah SAW mengimami kami shalat Shubuh. (Setelah selesai shalat), beliau bertanya kepada kami : "Apakah si fulan ada ?" Para shahabat menjawab : "Tidak ada !" Rasulullah SAW bertanya lagi : "Apakah si fulan ada ?" Para shahabat menjawab : "Tidak ada !" Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya dua shalat ini (Isya' dan Shubuh) adalah seberat-berat shalat bagi orang-orang munafiq. Dan seandainya mereka itu mengetahui kebaikan yang ada pada dua shalat ini (Isya' dan Shubuh), sungguh kalian akan mendatanginya walaupun merangkak dengan lutut. Dan sesungguhnya shaff yang pertama adalah seperti shaffnya malaikat, dan seandainya kalian mengetahui kelebihannya, sungguh kalian akan saling memperebutkannya. Dan sesungguhnya shalatnya seseorang berjamaah dengan satu orang itu lebih baik dan lebih bersih dari pada shalatnya sendirian, dan shalat berjama'ah dengan dua orang itu lebih baik dan lebih bersih dari pada shalat berjamaah dengan satu orang, dan setiap yang lebih banyak pesertanya maka itu lebih dicintai oleh Allah 'Azza wa Jalla". [HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan Hakim]
عَنْ عُثْمَانَ  رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص : مَنْ شَهِدَ اْلـعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِـيَامُ  نـِصْفِ لَـيْلَـةٍ. وَ مَنْ صَلَّى اْلـعِشَاءَ وَ اْلـفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ  لَهُ كَـقِـيَامِ لَـيْلَـةٍ . الترمذى
Dari 'Utsman RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang datang shalat 'Isyak berjama'ah, maka dia mendapatkan pahala (seperti) shalat setengah malam, dan barangisapa yang shalat 'Isyak dan Shubuh berjama'ah, maka dia mendapatkan pahala seperti shalat satu malam penuh". [HR. Tirmidzi]
عَنْ اَبِى هُرَيـْرَةَ  رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: وَ الَّذِيْ نَـفْسِيْ بِـيَدِهِ لَـقَدْ هَمَمْتُ اَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَـيُحْطَبَ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَـيُؤَذَّنَ لَـهَا، ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَـيَؤُمَّ النَّاسَ ثُمَّ اُخَالِـفَ اِلىَ رِجَالٍ فَـأُحَرِّقَ عَلَـيْهِمْ بُـيُوْتَـهُمْ. وَ الَّذِيْ نَـفْسِى بِـيَدِهِ لَـوْ يَـعْلَمُ اَحَدُهُمْ اَنــَّهُ يَجـِدُ عَرْقًا سَمِيْنًا اَوْ مـِرْمَاتَـيْنِ حَسَنَـتَـيْنِ لَـشَهِدَ اْلعِشَاءَ. متفق عليه و اللفظ للبخارى
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda : "Demi Dzat yang diriku di tangan-Nya, sungguh aku berkehendak memerintahkan (orang-orang mengumpulkan) kayu bakar, setelah terkumpul kemudian aku memerintahkan untuk adzan shalat, lalu aku menunjuk seorang untuk mengimami orang banyak, lalu aku pergi kepada orang-orang (yang tidak hadir dalam shalat berjamaah), kemudian aku bakar rumah-rumah mereka bersama yang ada di dalam. Dan demi Tuhan yang diriku di tangan-Nya, seandainya jika seseorang dari mereka mengetahui bahwa ia akan mendapat tulang yang berdaging gemuk atau daging antara dua rusuk yang baik, niscaya ia hadir di shalat 'Isyak (dengan berjamaah)". [Muttafaq 'alaih lafadh bagi Bukhari]
عَنْ اَبِيْ هُرَيـْرَةَ رض قَالَ: اَتـَى النَّبِيَّ ص رَجُلٌ اَعْمَى فَقَالَ: يَـا رَسُوْلَ اللهِ اِنـَّهُ لَـيْسِ لِى قَائِدٌ يَـقُوْدُنِى اِلىَ اْلمَسْجـِدِ. فَسَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ ص اَنْ يُـرَخِّصَ لَهُ فَـيُصَلِّى فِى بَـيْـتِهِ، فَـرَخَّصَ لَهُ. فَـلَمَّا وَ لَّى دَعَاهُ فَـقَالَ: هَلْ تَـسْمَعُ النِّدَاءَ بِـالصَّلاَةِ؟ فَـقَالَ: نَـعَمْ. قَالَ: فَـأَجـِبْ. مسلم ،  جزء 1:482
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Telah datang kepada Nabi SAW seorang buta (Abdullah bin Umi Maktum) lalu ia berkata, "Ya Rasulullah !  Sesungguhnya saya tidak mempunyai penuntun yang menuntun saya ke masjid". Kemudian dia meminta kepada Rasulullah SAW supaya memberi kelonggaran baginya untuk shalat di rumah. Maka beliau memberi kelonggaran baginya. Tetapi setelah ia berpaling hendak pergi, beliau memanggilnya dan bertanya : "Apakah engkau mendengar adzan untuk shalat ?" Ia menjawab : "Ya".  Beliau bersabda : "Bila demikian, hendaklah engkau datang". [HR. Muslim, Juz I : 482]
[Bersambung]

Written by

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS. Al Hadid 57 : 16)

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 Istiqomah. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top